Para subkontraktor itu hanyalah robot-robot yang kusyukuri keberadaannya.
Wajar saja jika aku memeras semua yang bisa kuperas dari mereka.
Namun setelah dikhianati oleh kelompok tempatku bekerja, aku membuka mata di tubuh baru dan akhirnya melihat air mata para “robot” itu.
Setelah mendapatkan kehidupan kedua di ambang kematian, dapatkah jiwaku diselamatkan?






Komentar